mipowertechnology.com

Berbagai jenis binis menengah keatas di negara Ecuador

Tentang Ekuador, Republik Pisang Sektor Bisnisnya Terancam 

Tentang Ekuador, Republik Pisang Sektor Bisnisnya Terancam 

Kebangkrutan ternyata menjadi salah satu hal yang juga sempat menghantui sejumlah negara yang ada di dunia. Ekuador yang dimana menjadi salah satu negara yang dimana tidak hanya cukup beruntung selah negara tersebut dilanda kebangkuratan, bahkan hingga enam kali sejak lepas dari Gran Colombia yang ada pada tahun 1830. Dimana perekonomian negara ini merupakan salah satu negara yang terkenal sebagai eksportir pisang terbesar di dunia, dan sudah mulai bangkrut karena negara tersebut tercatat mewarisi banyak hutang dari hasil korupsi sejumlah pemerintahan yang ada di masa lalu. 

Ekonomi yang ada di Ekuador yang dimana terus terjerembab dan juga terus mengalami sebuah krisis yang sangat hebat yang ada akibat adanya sebuah kebijakan-kebijakan neoliberal. Hal ini juga kemudian yang mendorong pemerintahan Amerika serikat AS. Sejak awal dimana pada tahun 1990 an, Ekuador menjadi salah satu negara yang telah dipimpin oleh sejumlah presiden neo-liberal yang menerapkan penghematan dan juga resep pasar yang bebas ala IMF dan juga Bank Dunia, Dimana hasil dari seluruh kebijakan tersebut menjadi salah satu hak yang sangat buruk. 

Tentang Ekuador, Republik Pisang Sektor Bisnisnya Terancam 

Karena hal tersebut yang dimana menyebabkan ekonomi Ekuador yang kemudian menjadi carut marut hingga terjadi inflasi sebanyak 60 persen. Bahkan dimana tak hanya itu, standar kehidupan masyarakat pun yang dimana berkurang, sementara harga-harga barang yang semakin naik. Kemudian negara Ekuador mengalami sebuah depresi ekonomi yang berkepanjangan. Pada tahun 1999, kas negara Ekuador yang diketahui terkuras habis dan dimana negara tersebut menjadi salah satu negara yang dinyatakan bangkrut.

Hingga tahun ini, dimana negara Ekuador ini menjadi salah satu negara yang masih dinyatakan sebagai salah satu yang nyaris bangkrut dan tentunya menjadi salah satu negara yang harus mengulang kisah kelamnya belasan tahun lalu. Bagaimanakah tentang kisah kebangkrutan yang dialami Ekuador? Dalam artikel ini akan dibahas tentang perekonomian Ekuador seperti yang dikutip dari USA Today

 Krisis melanda

Ekuador menjadi salah satu negara yang sering menambah utang setiap krisis melanda. Dari luar, Ekuador menjadi salah satu negara yang tampak sebagai salah satu negara yang unik dan juga menarik. Dimana negara Ekuador menjadi salah satu negara dengan pergantian presiden terbanyak dengan periode yang sangat singkat. Sebanyak enam kali negara ekuador ini, dalam kurun waktu yaitu hanya 4 tahun saja. Faktanya, Ekuador yang menjadi salah satu negara yang memang menjadi salah satu negara yang terjerat ajaran-ajaran neoliberal yang masih di desak oleh Amerika Serikat. Setelah negara ini yang dimana mengadopsi sejumlah resep dari IMF dan juga Bank Dunia, perekonomian Ekuador yang juga tak kunjung membaik.

Depresi ekonomi yang sudah dialaminya menuntut Ekuador yang kemudian harus melakukan sebuah pinjaman besar-besaran. Selama sepuluh tahun, yaitu sejak awal 1990 setiap krisis yang dimana mengharuskan Ekuador melakukan sebuah pinjaman baru. Penghematan besar-besaran dan juga sebuah privatisasi pada sejumlah perusahaan yang dimana sebenarnya dapat memberikan sebuah keuntungan yang sangat luar biasa. Pada tahun 1990-an, jumlah pengangguran yang dimana ada di Ekuador sendiri sangat melejit hingga 80 persen. Meningkatnya biaya produksi dan juga turunnya harga produk akibat impor murah yang kemudian menjadi salah satu hal yang berhasil memukul perekonomian masyarakat dan juga para petani kesulitan untuk dapat menjual hasil taninya.

Ekuador bangkrut pada 1999

Dimana diketahui pada tahun 1999, negara Ekuador mengalami sebuah kebangkrutan. Dimana pada tahun tersebut kondisi ekonomi dari Ekuador yang terus menerus dilanda dengan krisis yang datang. Dimana Ekuador pada saat itu tidak bisa berbuat banyak, para elit Ekuador yang dimana justru mereka malah semakin sering berspekulasi. Sejumlah komoditas menjadi langka dan juga membuat para elit yang kemudian malah menjarah seluruh isi khas negara. Beberapa pejabat yang diketahui pada saat itu mendapat kucuran dana yang ditransfer dari pinjaman Bank Dunia hingga nilainya yaitu berjumlah jutaan dolar. Dana dari pinjaman tersebut yang kemudian mengalir ke sejumlah rekening luar negeri yang berada di Miami. Para calon presiden yang dimana berjanji mengakhiri semua korupsi dan menyediakan sebuah lapangan kerja pada saat kampanye selalu berhasil mencuri perhatian untuk masyarakat Ekuador. Kekacauan domestik juga menjadi salah satu masalah yang tak dapat terhindarkan kala itu.

Pemogokan umum dan juga demonstrasi massa besar-besaran menjadi norma yang ada pada saat rakyat terus merasa kecewa dengan  sebuah sistem pemilihan yang tunduk pada pemerintah Washington. Pada pertengahan tahun 1999, kas negara Ekuador yang pada akhirnya menjadi habis. Negara yang berada di kawasan Amerika Selatan tersebut menjadi negara yang dinyatakan telah bangkrut. Dan kebangkrutan tersebut berlangsung beberapa tahun, walaupun pada akhirnya negara Ekuador yang bisa sedikit bangkit dalam segi ekonomi. 

Nyaris Bangkrut Lagi

Pada  tahun 2008, dimana pada saat itu diketahui, untuk kedua kalinya perekonomian yang ada dan juga yang berjalan di negara tersebut dikabarkan terjungkal dan terjebak ancaman kebangkrutan yang sama dalam sepuluh tahun terakhir. Ekuador yang dimana diketahui pada saat itu terlilit utang yaitu sebesar US$ 10 miliar dimana para pemegang obligasi, dan juga kreditor multilateral dan juga pada pemerintahan di sejumlah negara. Ekuador yang pernah mengalami gagal bayar utang yaitu pada tahun 2008, Presiden Ekuador Rafael Correa pada saat itu menyebutkan utang negaranya sebagai bentuk dari pelanggaran moral dan juga tak bisa dilegitimasi. Utang negara yang ada dan juga di buat di masa lalu disebabkan serangkaian aksi korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya pada saat mereka menjabat.

Tentunya hal ini menjadi salah satu hal yang sangat merugikan negara Ekuador. Dimana belum lama ini diketahui Ekuador tercatat mencapai 24,8 persen yang ada dari produk domestik bruto (PDB). Utangnya yang juga kemudian menjadi terus bertambah sejak gagal bayar enam tahun silam.Meski demikian, menurut data IMF, pertumbuhan ekonomi yang ada di negara Ekuador tercatat sehat dalam beberapa tahun terakhir ini. PDB-nya tumbuh sebanyak 5,1 persen pada tahun 2012 dan sekitar 4,2 persen yang ada pada tahun lalu.

Faktor lainnya

Faktor lainnya yang dimana juga semakin memberatkan perekonomian dari negara Ekuador adalah pengeluaran pemerintah untuk sebuah gaji serta subsidi bahan bakar yang ternyata nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Adanya sebuah kebijakan populis untuk dapat menaikkan gaji dan juga untuk dapat subsidi bahan bakar pada akhirnya hanya menjadi salah satu hal yang pada akhirnya memberatkan ekonomi Ekuador.

Pasalnya peningkatan gaji tersebut yang dimana tidak disertai dengan peningkatan pada produktivitas masyarakatnya yang signifikan. Serta subsidi yang dimana tidak tepat sasaran justru, malah menjadi sesuatu yang semakin melukai ekonomi Ekuador. Selain itu, ekonomi Ekuador yang juga terlalu bertumpu pada dolar juga menjadi salah satu faktor pemberat ekonomi Ekuador untuk dapat kembali pulih.

Itulah beberapa fakta ekonomi bisnis yang ada di negara Ekuador. Negara yang dahulu sangat kaya dan menjadi raja minyak, sekarang menjadi negara yang bangkrut. Negara yang mengalami kemunduran karena korupsi yang terjadi di dalam pemerintahannya.